|
Puncta 24 Juni 2026
HR. Kelahiran St. Yohanes Pembaptis Lukas 1.57-66.80 PERNAH dengar nama Anggi Wahyuda dari Indonesia yang berhasil menaklukkan base camp Mount Everest di Nepal dengan ketinggian 5.364 mdpl? Hebatnya lagi bahwa Anggi adalah penyandang disabilitas. Peristiwa mengharukan dan membanggakan itu terjadi pada 26 Mei 2025. Anggi yang hanya dengan satu kaki dan dibantu dengan tongkat penyangga di tangan mampu mencapai base camp Everest bersama tim pendukungnya. Tidak ada yang mustahil, jika kita memiliki niat yang kuat untuk berhasil. Sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin. Tuhan selalu memberi jalan, tergantung kita punya niat yang kuat atau tidak untuk mengikuti rencana-Nya. Dalam diri Elisabet dan Zakaria bagi manusia juga ada sesuatu yang mustahil. Mereka sudah lanjut usia dan tidak mungkin memiliki keturunan. Tetapi kesetiaan dan ketekunan mendengarkan kehendak Tuhan adalah modal utama mereka. Sesulit apapun jika Tuhan kehendaki akan terpenuhi. Elisabet yang sudah tua melahirkan anak laki-laki. Pemberian nama anak itu pun juga sesuatu yang menyimpang dan melawan arus tradisi pada saat itu. Sesuatu yang tidak mudah harus terjadi. Semestinya anak itu diberi nama Zakaria sesuai nama ayahnya. Tetapi mereka menolak apa yang sudah lazim terjadi. "Jangan, ia harus dinamai Yohanes," kata Elisabet. Untuk menguatkan sesuatu yang aneh ini, mereka minta persetujuan Zakaria. Karena Zakaria bisu, Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Misteri kelahiran Yohanes ini, kelak baru dapat dipahami. Semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. Yohanes Pembaptis menjadi pembuka jalan bagi Sang Terang Dunia, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Allah telah mempunyai rencana indah bagi hidup kita. Mari kita taat dan setia menjalaninya, walau banyak hal sulit yang harus dihadapi. Bersama Dia, kita pasti mampu menjalaninya. Sepercik pantun buat anda: Di alun-alun banyak orang jualan, Jajan nasgor di lesehan pinggir jalan. Jangan menyerah pada kesulitan, Selalu ada jalan bagi orang beriman. Wonogiri, tak ada yang mustahil Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed