|
Puncta 12 Juli 2026
Minggu Biasa XV Matius 13:1-23 (Mat: 13:1-19) SEORANG petani akan melihat kualitas tanah yang akan ditanami. Selain itu ia juga harus pandai mengenali musim yang akan datang, agar tanaman tidak kekurangan nutrisi dan air. Ia akan membuat survey atau pengamatan macam tanah yang akan menghasilkan buah lebat. Tempat dimana benih ditabur harus tanah berhumus. Petani juga harus memperhitungkan hama-hama yang akan menyerang tanamannya. Ada burung, wereng, monyet, tikus dan keong emas yang akan cepat menghabiskan batang pohon. Semua harus dihitung dengan masak, sebelum penanaman dilakukan. Yesus memberi perumpamaan kepada orang banyak tentang kualitas hidup kita dengan gambaran penabur yang menaburkan benih di ladang. "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.” Ada lagi benih yang jatuh di atas semak duri. Benih itu akan mati dibelenggu oleh kemewahan duniawi. Benih yang jatuh ditanah yang baik akan menghasilkan buah limpah. Ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Para pendengar diajak untuk merenungkan dirinya di posisi tanah macam apa. Kita semua yang mendengarkan kotbah Yesus ini mesti bertanya diri; “Tanah model apakah saya ini? Apakah kita ini tanah subur yang menghasilkan buah atau tanah tandus dan kering yang tidak menghasilkan apa-apa? Tanda sebagai tanah baik adalah hidup penuh rasa syukur, banyak teman yang ada di sekitar kita, banyak orang yang mengasihi karena kebaikan dan ketulusan hati kita pada orang lain. Marilah menebar kebaikan supaya kita boleh memetik hasil dari kebaikan kita. Sepercik pantun buat anda: Tanah yang subur banyak buahnya, Banyak buah dimakan kelelawar. Sering berbuat baik untuk sesama, Bikin hati damai, tentram dan sabar. Wonogiri, ada senja yang bahagia Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed