Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Tawa Ceria Adalah Mukjizat Nyata

5/28/2026

0 Comments

 
Puncta 28 Mei 2026
Kamis Pekan VIII
Markus 10:46-52

BERJUMPA dengan Rama Andika Bayangkara selalu mencerahkan. Ada banyak kisah-kisah unik disharingkan. 

Kami sama-sama alumni Keuskupan Ketapang, artinya pernah menjalani tugas sebagai misionaris domestik. Dia pernah bertugas di Balai Berkuak. Saya pernah di Tayap dan Simpangdua.

Kami sangat menikmati dan senang bertugas di pedalaman. Kendati harus menghadapi medan yang berat; jalan berlumpur kalau hujan atau berdebu tebal saat musim kering, naik turun bukit, keluar masuk hutan, namun sangat membahagiakan.

Sesudah tantangan berat, berjumpa dengan umat di stasi-stasi yang jauh menjadi penghiburan yang menggairahkan. Penerimaan umat yang tulus, penuh semangat, sederhana dan sukacita adalah hiburan rohani yang tak pernah kering.

Sesudah menjalani hari yang berat dan melelahkan, masuk ke kamar pastoran disertai sukacita dan kelegaan karena telah melayani umat. 

Ada rasa puas sukacita yang tak tergambarkan walau badan lelah. Ada rasa rindu untuk kembali menikmati pelayanan yang penuh tantangan.

Kami seperti mengalami kembali mukjizat Bartimeus yang dibuat Yesus di Yerikho. 

Orang buta itu berusaha dengan keras. Dia berteriak-teriak menyerukan nama Yesus. Dia menghadapi hambatan dari orang banyak yang menyuruhnya diam.

Tetapi hambatan itu tidak menyurutkan dia, malah semakin keras dia berseru. 

Dalam pelayanan sering kami menemui jalan rusak, terjebak lumpur, berdebu, jatuh di sungai, namun kami tidak surut dan mundur. Tetap bersemangat demi melayani umat di pedalaman.

Kami sering melihat mukjizat di pedalaman; senyum bahagia dari umat bisa merasakan Ekaristi. 

Anak-anak berlari-lari menyambut kedatangan kami. “Rama datang, Rama datang.” 

Lonceng gereja dari bekas pelek roda truk tronton dibunyikan, “teng…teng…teng….!

Semua orang di kampung berkumpul merayakan Ekaristi bersama. Bagi kami itu adalah mukjizat Tuhan yang hadir membuka mata Bartimeus. 

Mereka rindu akan Ekaristi yang hanya dua bulan sekali bisa dinikmati, bahkan kadang lebih lama dari itu.

Kami merindukan wajah-wajah penuh harap dan sukacita menyambut Tuhan yang hadir. 

Kami merindukan tatapan mata yang terbuka dengan penuh keyakinan berkata, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.” 

Untuk dapat mengalami mukjizat memang membutuhkan perjuangan, pengorbanan dan usaha yang gigih. 

Bartimeus berjuang mengatasi hambatan. Dia bisa melihat karya besar Allah. Apakah anda juga ingin melihat mukjizat? Berusahalah dengan penuh iman dan keyakinan, pasti mukjizat datang. 

Sepercik pantun buat anda:
Ke Kalimantan menyusuri Kapuas,
Mewartakan Injil dengan naik sampan.
Hati sukacita dan penuh rasa puas,
Melayani umat yang ada di pedalaman.

Wonogiri, banyak alami mukjizat
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki