|
Puncta 19 Juni 2026
Jum’at Biasa XI Matius 6:19-23 ESAI yang diduga ditulis setelah Steve Jobs, orang yang sukses menjadi milyarder meninggal; “Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama, dan kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan.” Pesan ini mengingatkan kita akan sabda Yesus hari ini: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Ketika kita hanya terfokus pada harta duniawi, maka perhatian kita hanya memikirkan hal-hal duniawi. Kita tidak sempat berpikir untuk merenungkan bahwa kita akan mati dan semua akan berakhir. Ketika kita mati, harta, kedudukan, kekuasaan, kesuksesan dan segala kehebatan kita tak ada artinya. Bahkan itu tak bisa menyelamatkan kita. Yesus mengingatkan akan hal itu agar kita sadar bahwa semua itu akan ditinggalkan. Kesaksian Steve Jobs mengatakan; “Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.” Kasih kepada Tuhan dan kepada sesama itulah yang akan membawa kebahagiaan kekal. Mari kita mengasihi satu sama lain. Kita menabung kebaikan lewat tindakan-tindakan kasih kepada mereka yang kecil, lemah dan tersingkir. Sepercik pantun buat anda: Angin sepoi menggoyang dahan-dahan, Hawa dingin bikin sesak kerongkongan. Bukan harta kekayaan yang jadi jaminan, Mengasihi dengan tulus bawa keselamatan. Wonogiri, imam yang bahagia bagi sesama Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed