|
Puncta 14 September 2026
Pesta Salib Suci Yohanes 3:13-17 ADALAH John Griffith seorang penjaga lintasan jembatan angkat di dekat sungai Missisipi. Ia bertugas untuk mengangkat tuas jembatan angkat (drawbridge) agar kapal-kapal dapat melintas di sungai. Pada jam tertentu menurunkan jembatan supaya kereta api Memphis Express dapat lewat. Suatu hari anak satu-satunya, Greg bermain di dekat jembatan. Secara tidak sengaja dia terjatuh di antara roda-roda gigi jembatan. John dengan sekuat tenaga menarik kaki anaknya. Tetapi gagal. Dia berusaha menyelamatkan anak yang disayanginya. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar peluit tanda harus menurunkan tuas roda jembatan, agar kereta bisa lewat. Kebingungan dan kebimbangan menyergap John. Dia menghadapi dilema yang sangat besar. Menyelamatkan anaknya berarti nyawa 400 penumpang Kereta Memphis Express akan menjadi korban. Menurunkan tuas roda jembatan berarti mengorbankan anak satu-satunya yang sangat dikasihinya. Dengan hati pilu dan kesedihan yang dalam, John lari ke tuas jembatan dan menurunkan roda-roda gigi (gearbox) yang besar itu. Hatinya hancur melihat anaknya mati dilindas roda jembatan. Para penumpang di kereta menikmati perjalanan dengan aman, nyaman penuh canda tawa. Mereka tidak menyadari seorang bapak terduduk lemas tak berdaya, yang baru saja kehilangan anaknya yang tunggal demi keselamatan banyak orang. Kisah nyata ini pernah diangkat dalam Film berjudul “Most” (2003) yang memenangkan nominasi Oscar. Pada Pesta Salib Suci ini kita juga diselamatkan oleh Allah melalui kematian Anak-Nya yang tunggal yakni Yesus Kristus di salib. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Melalui salib Kristus, kita ditebus dan diselamatkan dari dosa-dosa kita. Kita yang semestinya dihukum karena dosa, namun ditebus dan diangkat oleh Kristus dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Kami menyembah Dikau ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia. Sepercik pantun buat anda: Ke Karimunjawa untuk menjala ikan, Jala hampir robek penuh dengan ikan tuna. Betapa berharganya kita di mata Tuhan, Ia mengutus Anak-Nya menebus dosa kita. Wonogiri, Salib tanda keselamatan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed