|
Puncta, 13 Maret 2026
Jum’at Prapaskah III Markus 12:28b-34 DUNIA yang makin tua ini tidak semakin bijaksana tetapi malah semakin gila. Dunia kita tidak menunjukkan kasihnya tetapi justru menebarkan permusuhan dan kebencian. Sangat jelas hal ini ditunjukkan oleh serangan Amerika ke Iran. Donald Trump tidak mengajarkan kita tentang kasih. Tetapi dia memberi contoh buruk dengan mengobarkan peperangan dan penindasan. Amerika bukanlah negara adidaya. Tetapi dia adalah negara yang ketakutan menghadapi persaingan dunia. Dia berusaha menghancurkan siapa saja yang tidak mau tunduk kepada kemauannya. Venezuela dibuat ketakutan. Presidennya diculik karena tidak tunduk ke Amerika. Sekarang Iran dibombardir dan dihancurkan. Tindakan ini adalah contoh buruk bagi generasi muda sekarang. Seolah semua masalah hanya bisa diatasi dengan senjata perang. Perang ini bukan menyelesaikan masalah, tetapi akan menambah masalah. Trump tidak memikirkan penderitaan rakyat kecil. Korban perang adalah rakyat kecil yang tidak berdosa. Bagi Trump rakyat hanyalah obyek demi memuaskan kepentingannya. Pendekatannya adalah untung rugi. Yang tidak menguntungkan dianggap sebagai musuh yang harus dihancurkan. Berbeda dengan cara pandang Allah. Hukum kasih adalah yang terutama. Maka ketika Yesus ditanya tentang hukum yang paling utama, Dia mengutip Taurat. “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Cara berpikir (mindset) menentukan cara bertindak. Yesus berpikir dengan cara pandang Allah. Ia bertindak dengan kasih. Ia memperlakukan manusia dengan kasih. Trump memikirkan kepentingan sendiri. Ia memperlakukan manusia semaunya sendiri. Kita harus tunduk kepada Allah dan mengasihi sesama sebagaimana Allah mengasihi kita. Hukum kasih ada di atas segalanya. Ayo sekolah bersama Nobita, Biar dapat makan buatan Gianti. Kasihilah sesamamu manusia, Seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Wonogiri, kasihi sesamamu Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed