Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

The Karate Kid

7/16/2026

0 Comments

 
Puncta 16 Juli 2026
Kamis Biasa XV
Matius 11: 28-30

TUAN HAN adalah tukang reparasi mobil yang miskin dan sederhana. Ia diminta oleh Dre Parker, anak remaja yang baru pindah ke Hongkong mengikuti ibunya, untuk  melatih kungfu. 

Dre pernah dikeroyok dan dipukuli sampai sekarat oleh Cheng, anggota kelompok beladiri.

Ceng merasa cemburu dan tidak suka karena Dre dekat dengan Meiying, teman sekolahnya. 

Karena itu Dre selalu dibully oleh Ceng dan gerombolannya. Saat dikeroyok dengan sadis itulah Tuan Han menolong Dre.

Tuan Han yang tidak tampak sebagai guru kungfu mengajarkan kepada Dre bahwa kungfu adalah seni menguasai diri, belajar ketenangan dan kedewasaan. 

Kunci seni beladiri ini bukan terletak pada kesombongan, kekuatan otot atau pukulannya, tetapi pengendalian diri.

Maka Tuan Han mengajari Dre penguasaan diri dan kedewasaan hidup dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana yang dilatih terus menerus seperti mencantolkan jaketnya di hanger. 

Semakin pandai dan tinggi ilmu beladiri semakin rendah hati, lemah lembut dan welas asih dengan orang lain.

Yesus berkata kepada murid-murid-nya; “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Dre Parker mengalami beban berat karena dibully, disiksa, dipukuli dan diserang dengan brutal oleh Ceng dan gerombolannya. 

Ia letih lesu dan putus asa sampai tidak mau sekolah. Untunglah dia berkenalan dengan Tuan Han yang lemah lembut, welas asih dan suka menolong.

Dia diberi pelajaran tentang ketenangan, pendewasaan, kelemah-lembutan dan kerendahan hati. 

Dengan nilai-nilai hidup itu, dia bisa mengalahkan kesombongan Ceng dan teman-temannya. Kebajikan seseorang justru dinilai dari semangat rendah hati dan kelembutan.

Kita bisa belajar dari tanaman padi. Semakin bernas bulir-bulir padi, semakin merunduk ke bawah. 

Semakin orang menjadi pintar, pandai dan berkuasa, semakin merunduk dan merendahkan diri. Semkin bijaksana semakin lemah lembut, rendah hati dan welas asih. 

Sepercik pantun buat anda:

Tong kosong berbunyi nyaring,
Air beriak-riak tanda tak dalam.
Orang sombong merasa sok penting,
Wajahnya manis tapi hatinya kejam.

Wonogiri, lemah lembut dan welas asih
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki