|
Puncta 6 Agustus 2026
Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya Matius 17:1-9 MASYARAKAT kita dibuat bingung oleh kasus ijasah yang tidak ada kepastiannya. Terus jadi perdebatan yang tak ada ujungnya. Ijasah adalah surat resmi dari sebuah institusi pendidikan yang memastikan bahwa yang bersangkutan pernah menjalani masa pendidikan dan dinyatakan lulus. Kasus ijasah sudah berjalan cukup lama. Tetapi tidak kunjung selesai karena tidak ada kepastian dan ketetapan hukum sehingga orang manafsirkan sesuai dengan kehendaknya sendiri. Kasus ini sekarang masuk di ranah pengadilan, supaya bisa dipastikan dan tidak diragukan lagi statusnya. Peristiwa transfigurasi agung yang terjadi di atas gunung mau menunjukkan bahwa Yesus benar-benar utusan Allah yang melanjutkan karya-karya besar para nabi yang telah diutus untuk menyelamatkan bangsa-Nya. Dua nabi besar Israel tampil bersama Yesus dalam kemuliaan di atas gunung. Musa adalah nabi yang membawa hukum Taurat bagi bangsa Israel. Musa membimbing bangsanya keluar dari Mesir dan membebaskan mereka dari perbudakan tirani Fir'aun. Yesus menggenapi hukum Taurat dengan Hukum Kasih yang membebaskan semua orang dari perbudakan dosa dan menghantar manusia kepada kemerdekaan anak-anak Allah. Yesus menebus dosa manusia dengan kematian-Nya di salib. Elia adalah nabi yang melawan kebebalan Raja Ahab dan Ratu Izebel yang menyembah dewa Baal. Elia melawan nabi-nabi palsu yang membawa kehancuran hidup rohani umat. Ia juga membuat mukjizat membangkitkan anak seorang janda di Sarfat. Yesus melanjutkan karya Elia dengan hukum cintakasih, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, melawan ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi yang munafik serta menghadirkan Kerajaan Allah yang damai sejahtera. Pesan terpenting dari peristiwa di atas gunung adalah sabda Allah yang turun dari tengah awan yang menaungi mereka. "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Yesus yang hadir di antara dua nabi besar adalah Anak Allah yang terkasih. Inilah penegasan bahwa Yesus adalah Putera Allah yang telah dijanjikan untuk menyelamatkan manusia dari kuasa kejahatan dan dosa. Kepada Yesuslah Allah berkenan dan kita dipanggil untuk mendengarkan Dia. Ketiga murid-Nya telah mencicipi kemuliaan ilahi dalam Diri Yesus. Tetapi kemuliaan itu akan menjadi sempurna dalam wafat dan kebangkitan-Nya. Maka Yesus berpesan, "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." Wafat dan kebangkitan Yesus adalah ijasah asli atau tanda bukti nyata yang menunjukkan bahwa Dia sungguh Anak Allah yang dinubuatkan sejak zaman para nabi. Dengan mendengarkan Dia, kita akan memperoleh keselamatan abadi. Sepercik pantun buat anda: Orang berdebat tentang ijasah dan bukti rapor, Ribut-ribut di media agar jadi gunjingan berita. Yesus menampakkan kemuliaan di Gunung Tabor, Dialah Putera Allah yang berkenan kepada-Nya. Wonogiri, kepada-Nya aku percaya Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed