|
Puncta 8 April 2026
Rabu Oktaf Paskah Lukas 24:13-35 SEORANG Netizen merekam sekelompok anjing yang berjalan pulang di sepanjang jalan raya di Changchun, Provinsi Jilin, China pada 16 Maret lalu. Mereka menempuh jarak 17 km secara bersama dan saling melindungi. Tampak beberapa anjing mengelilingi seekor anjing tipe German shepherd yang terluka. Kemudian seekor Corgi di depan bolak-balik menoleh ke belakang seolah memastikan tak ada yang tertinggal. Selain German shepherd dan Corgi, dalam kelompok tersebut juga ada Golden Retriever, Labrador, dan Peking. Mereka menggambarkan kebersamaan, kekompakan, belarasa, saling menghibur dan menolong dan menjamin keselamatan satu sama lain. Yang lemah dilindungi, yang sakit ditemani, yang susah dihibur, yang putus asa dikuatkan. Akhirnya mereka kembali ke kampungnya dengan selamat. Dua orang murid yang pulang ke Emaus menunjukkan keputus-asaan. Mereka bermuka muram dan sedih karena apa yang diimpikan tidak terpenuhi. Mereka kehilangan harapan karena impian mereka kandas dan berantakan. Dalam perjalanan yang pahit dan putus asa, Yesus datang menemani mereka. Tuhan hadir dan berjalan bersama. Ia menerangkan nubuat Kitab Suci. Ia membuka mata mereka saat makan bersama. Mereka baru tersadar bahwa Yesus ada dekat mereka. Kisah ini mengantar kita pada permenungan; ketika badai menerpa kita, jangan pernah kita berjalan sendirian. Carilah teman dan berjalanlah bersama. Terbukalah terhadap insight orang-orang di sekitarmu. Disitu Tuhan akan turun tangan. Bersyukurlah jika kita mempunyai sahabat akrab dalam perjalanan hidup ini. Anjing-anjing yang hampir dibantai oleh penjagal itu berjalan kompak saling menguatkan, melindungi dan menjaga. Mereka sudah kenal satu sama lainnya sejak lama karena pemiliknya bertetanggaan dekat. Kita sering mengalami kekecewaan, keputusasaan, kehilangan, kesedihan dan gagal. Itu semua adalah hal biasa. Tetapi hal yang tak boleh hilang adalah kesediaan untuk berjalan bersama teman. Jangan berjalan sendiri dan terbukalah dengan orang lain. Tuhan Yesus selalu hadir dalam perjalanan kita. Dengan cara-Nya Dia menguatkan dan meneguhkan langkah kita. Ekaristi adalah tempat yang paling nyata Yesus hadir menemani kita. Tekun dan setialah mengikuti Ekaristi-Nya. Sepercik pantun buat anda: Apakah kita bisa berharap pada para jaksa? Amsal Sitepu jadi permainan orang yang sok kuasa. Kesedihan dan keputusasaan adalah hal biasa, Namun Yesus selalu hadir dalam setiap peristiwa. Wonogiri, selalu berjalan bersama-sama Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed