|
Puncta 21 Mei 2026
Kamis Paskah VII Yohanes 17:20-26 SEMBOYAN dalam Bahasa Latin ini berarti “Satu untuk semua, Semua untuk satu.” Semangat ini menyerupai motto “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Nilai yang ingin ditanamkan adalah semangat persatuan, solidaritas, kesetiaan dalam suka dan duka. Motto ini diperkenalkan oleh Alexandre Dumas dalam novelnya yang terkenal “The Three Musketeers.” Mereka adalah prajurit yang loyal pada raja yang sah. Tiga Musketeer itu adalah Athos , Porthos , Aramis , dan d'Artagnan yang ikut bergabung membela negara. One for all, all for one adalah ikatan kuat untuk membangun solidaritas kelompok. Yesus juga membangun komunitas murid-murid agar tetap bersatu sebagaimana Dia bersatu dengan Bapa. Demikian juga para murid diharapkan tetap solid bersatu dengan-Nya. Yesus berdoa bagi mereka. Ini menjadi harapan Yesus agar semua murid-Nya bersatu. Ia berkata, ”Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Persatuan itu sangat penting. Tanpa persatuan yang kuat, kita mudah dihancurkan. Musuh utama bukan dari luar, tetapi justru dari dalam komunitas sendiri. Tanpa semangat persatuan yang kokoh, komunitas bisa gagal. Hal ini disadari betul oleh Yesus. Murid-murid-Nya punya banyak motivasi beragam mengikuti-Nya. Kalau tidak disatukan dalam semangat yang sama dengan Dia, niscaya akan tercerai berai. “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Kita bisa melihat bagaimana dinamika gereja sekarang dirongrong oleh semangat egoisme komunal dari mereka yang mengatasnamakan demokrasi dan kesamaan hak, transparansi dan pemaksakan kehendak. Kalau semangat persatuan itu tidak dihayati secara benar, gereja bisa terpecah-pecah dan tercerai berai. Yesus mengajak kita merenungkan sabda-Nya. “Aku berdoa supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Apakah kita sudah menghayati semangat persatuan ini ataukah kita justru sedang memecah belah gereja (persekutuan umat yang percaya pada Kristus) yang dibangun oleh Tuhan sendiri? Sepercik pantun buat anda: Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh. Gereja akan tetap utuh, Kalau kita mau patuh. Wonogiri, One for All Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed