|
Puncta 9 September 2026
Rabu Biasa XXIII Lukas 6:20-26 KALIMAT dalam Bahasa Jawa ini adalah sebuah pepatah yang selalu bisa mengingatkan kita bahwa hidup itu selalu berputar. Ibaratnya sebuah roda yang terus berjalan, kita bergerak maju seperti roda; kadang berada di atas, namun tidak jarang berada di bawah. Kondisi di atas adalah ketika sedang mengalami kesuksesan, kebahagiaan, kelimpahan dan sukacita. Kondisi di bawah saat kita sedang terpuruk, gagal, jatuh dan hancur dalam usaha dan cita-cita kita. Sebagaimana roda yang berputar, kita tidak boleh sombong dan takabur saat berada di atas. Kalau sedang berada di bawah, kita tetap memiliki harapan, tidak putus asa dan berhenti berusaha. Segala sesuatu ada waktunya. Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita agar tidak putus asa kalau sedang menghadapi kesulitan. "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.” Kita juga diingatkan agar tetap waspada dalam kelimpahan dan gelimangnya kesuksesan. “Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.” Waktu terus berjalan. Hidup terus bergerak dan kita akan menuai apa yang kita taburkan. Kadang sesuatu terjadi tidak seperti yang kita harapkan. Maka kita mesti siap siaga dan tidak pernah menyerah. Senang-sedih, sukses-gagal, tawa canda-tangis derita, terang-gelap, jatuh-bangun selalu akan kita hadapi dalam perjalanan hidup yang seperti roda berputar. Kegagalan jangan membuat kita putus asa dan terpuruk. Keberhasilan jangan membuat kita sombong dan terlena. Dalam situasi apapun tetap berpegang dan mengandalkan Allah semata-mata. Janji-Nya kepada kita adalah “Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman.” Maka jangan sampai terputus oleh penyertaan dan perlindungan-Nya. Sepercik pantun buat anda: Anak Krakatau menyebarkan abu, Terbawa angin sampai ke Pulau Seribu. Hidup akan terus berjalan maju, Segalan sesuatuya akan segera berlalu. Wonogiri, jangan pernah putus asa Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed