|
Puncta 1 September 2026
Selasa Biasa XXII Lukas 4:31-37 SUATU kali seorang wanita tua dari Kemusuk Argomulyo Sedayu mau pergi ke Pasar Gamping. Ia menunggu mobil angkutan. Ia hendak menyeberang jalan raya. Hari masih gelap. Matahari masih berada di peraduannya. Ia melihat sesosok polisi yang berdiri tegak di pinggir jalan. “Pak Polisi tulung kula disebrangke nggih,” (Pak Polisi tolong saya diseberangkan ya) sambil “nyeblek-nyeblek” (colek-colek) tangan pak polisi. Berkali-kali dia menepuk-nepuk badan polisi itu tetapi dia tidak bersuara ataupun bereaksi. Hanya berdiri dengan tegap memandang ke depan. Ternyata “Polisi” itu hanya patung yang berseragam polisi dengan nama mentereng Pak Wibawa. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pak Wibawa tetapi tidak punya wibawa sama sekali. Kewibawaan itu nampak dari kata-kata dan tindakannya. Orang yang berwibawa tidak hanya pandai berkata-kata, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Orang yang berwibawa menunjukkan satunya ucapan dan tindakannya. Kewibawaan itu nampak dari benarnya apa yang diucapkan dan terwujudnya kata-kata yang disampaikan. Integritas seseorang dinilai dari menyatunya tindakan dan ucapannya. Mari kita belajar dari perikop Injil hari ini. Yesus dipandang oleh orang-orang di Kapernaum sebagai pengajar yang beribawa. “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Yesus menunjukkan ucapan-Nya sangat berkuasa dan berwibawa. Ia menyuruh setan untuk pergi dari orang yang kerasukan. Walaupun setan itu memuji-muji Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah, tetapi Yesus tidak silau dengan pujian. Setan selalu punya seribu satu tipu muslihat bahkan dengan hal-hal yang indah, manis dan mempesona. Yesus tidak terjebak dan tertipu oleh rayuan dan pujian. Ia mengusir setan itu keluar. Dan setan itu tunduk oleh kuasa-Nya. Jangan lemah oleh rayuan dan pujian. Kebaikan dan kebenaran harus tetap ditegakkan meskipun kita dihujani oleh aneka macam pujian yang memabukkan. Disinilah kuasa dan wibawa Yesus makin bersinar karena Dia selalu tegas dalam kata dan tindakan-Nya. Mari kita meneladan sikap Yesus yang penuh wibawa. Kita akan dihargai oleh integritas yang kita bangun melalui kata dan tindakan kita. Sepercik pantun buat anda: Patung Polisi namanya Wibawa, Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Tuhan Yesus menunjukkan kuasa, Dengan tindakan kasih yang nyata. Wonogiri, senja datang sebentar Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed