Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Yusuf Sang Pekerja

3/19/2026

0 Comments

 
Puncta 19 Maret 2026
HR. St. Yusuf, Suami SP. Maria
Matius 1:16.18-21.24a atau Lukas 2:41-51a

KISAH kelahiran Karna Basusena menjadi problem di Kerajaan Mandura. Dewi Kunti adalah sekar kedhaton, atau putri raja. 

Ia mengandung dari dewa karena Kunti punya kesaktian atau aji-aji memanggil dewa yang dikehendakinya.

Jika rakyat Mandura mengetahui hal ini pasti akan geger seluruh kerajaan. Maka bayi itu dibuang di sungai Gangga dan diberi nama Karna Basusena. 

Ayahnya adalah Dewa Surya yang tidak diketahui oleh khalayak ramai. Demi menjaga kewibawaan dan nama baik kerajaan, maka semua dirahasiakan.

Nama Yusuf, suami Maria tidak banyak kita dengar ceritanya. Hanya ada dua bab pertama dalam Injil Matius dan Lukas yang bercerita tentang Yusuf. 

Yang mau ditekankan adalah bahwa Yesus sang Mesias itu berasal dari Keturunan Daud. Bukan Yusuf yang penting, tetapi Daudlah yang utama.

Kedua, pesan malaikat kepada Yusuf waktu dia ragu-ragu dan bingung menegaskan bahwa bayi yang dikandung berasal dari Roh Kudus. 

Malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” 

Bukan asal-usul Yesus yang lahiriah yang ditekankan tetapi unsur surgawi yang mau disampaikan kepada kita semua.

Setelah diyakinkan oleh Malaikat, Yusuf pun segera bangun dan mengambil Maria sebagai istrinya. Sikap taat dan tawakal melaksanakan kehendak Tuhan tanpa menunda-nunda inilah yang ditunjukkan Yusuf sebagai teladan seorang ayah yang bertanggung jawab.

Dalam beberapa peristiwa sekitar kelahiran Yesus, Yusuf tampil sebagai pria yang bertanggungjawab dan cekatan menyelesaikan masalah. Ia melindungi Maria yang mengandung dan menjaganya demi keselamatan keluarga.

Tanpa banyak kata, Yusuf tekun menjalankan perintah Tuhan. Tanpa banyak pikir panjang, Yusuf segera bertindak menjalankan tugasnya. 

Keutamaan-keutamaan ini yang diambil untuk menghormati Yusuf sebagai pelindung keluarga, pekerja, dan gereja universal.

Kita bisa menimba spiritualitas hidup dari Santo Yusuf. Semangat kerendahan hati dan ketekunan, tidak gila pujian dan kerja di balik layar, tidak banyak ngomong dan langsung bertindak, tidak mencari popularitas tetapi kualitas adalah nilai-nilai yang diajarkan Yusuf.

Bapa Yusuf, ajari kami semangat kerendahan hati dan ketenangan batin yang mendalam agar dengan tekun melaksanakan kehendak Tuhan tanpa banyak alasan-alasan egositik.

Sepercik pantun untuk direnungkan:
Santo Yusuf seorang pekerja,
Ia tekun menjalankan tugasnya.
Ajarilah kami tekun dan setia,
Menjalankan semua kehendak Bapa.

Wonogiri, tanpa banyak kata
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki