|
Puncta 4 September 2026
Jum’at Biasa XXII Lukas 5:33-39 YESUS datang membawa kebaruan. Pembaharuan dicanangkan Yesus dalam pengajaran dan sikap hidup. Pengajaran-Nya dinilai sangat berwibawa dan berkuasa. Bahkan setan-setan pun tunduk dan taat kepada-Nya. Hukum Taurat ditafsirkan secara baru. Orang tidak hanya taat buta pada aturan-aturan yang tertulis dalam Kitab Taurat, tetapi orang diajak masuk ke dalam inti substansi atas aturan-aturan itu. Ia membawa hukum yang baru yakni Hukum Kasih. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia seperti pada diri sendiri, itulah inti dasar dari segala hukum yang tertera dalam Taurat. Yesus mengajarkan sekaligus melaksanakan Hukum Kasih itu. Ia membuka zaman baru dengan hukum yang baru. Oleh karena itu Yesus membawa zaman baru dalam penghayatan cara hidup beragama di kalangan orang-orang Yahudi. Banyak orang yang terkejut dan tidak memahami apa yang diajarkan Yesus. Mereka menganggap Yesus akan menghapuskan Hukum Taurat. Salah satu hal yang diperdebatkan oleh mereka adalah tentang berpuasa. Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Ia mengumpamakan Diri-Nya sebagai mempelai laki-laki yang sedang bersama dengan para tamu di dalam perjamuan nikah. Tidak mungkin orang berpuasa saat mempelai itu ada bersama mereka. Kehadiran mempelai membawa sukacita. Mereka berpesta dan bergembira. Kalau mempelai diambil dari mereka, maka mereka tidak makan atau minum. Pesta sudah usai maka mereka tidak makan dan minum. Mereka boleh berpuasa. Ketka kita dekat dengan Tuhan, kita tidak berpuasa. Ketika kita merasa Tuhan jauh dari kita, disitulah kita berpuasa. Kehadiran Yesus membawa sikap mental yang baru. Apa yang lama ditinggalkan dan zaman baru disambut dengan sikap hidup yang baru yakni berusaha makin mengasihi Allah sedalam-dalamnya. Mengikuti Yesus berarti mau berubah, mau hidup secara baru seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Aturan yang membelenggu harus ditinggalkan dan diubah dengan semangat kasih yang menyelamatkan. Maukah kita hidup dengan sikap Yesus yang baru? Sepercik pantun buat anda: Perusahaan membakar lahan-lahan, Orang kecil yang disalah-salahkan. Yesus datang membawa perubahan, Hukum Kasih diatas segala aturan. Wonogiri, membangun hukum kasih Rm.A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed