|
Puncta 6 November 2026
Jum’at Biasa XXXI Lukas 16:1-8 BANYAK bendahara kesandung masalah uang. Kertas merah gambar Soekarno Hatta itu memang bisa menjadi godaan yang menggiurkan. Tidak hanya bendahara, tetapi banyak pejabat terciduk KPK gara-gara korupsi atau pencucian uang. Karena dipercaya menyimpan uang, kadang bendahara menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Untuk membayar biaya kuliah anaknya, untuk belanja kebutuhan keluarga, bahkan ada yang beli perhiasan atau gadget baru dari uang panas itu. Ada juga yang dipinjamkan orang dengan bunga tinggi. Bendahara itu bisa ambil keuntungan berapa persen dari uang umat yang dikumpulkan di lingkungan. Nanti akan jadi masalah ketika dia harus mempertanggungjawabkan kepada umat. Tidak jarang pinjaman macet. Si peminjam lari tak tahu rimbanya. Sang bendahara gigit jari tak bisa mengembalikan atau melaporkan kepada umat. Lalu masalah relasi dengan umat dimulai dari persoalan uang yang tidak jelas laporannya. Dalam perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur ini, Yesus memuji caranya berpikir untuk menyelamatkan masa depannya. Ia akan dipecat karena menghambur-hamburkan harta tuannya. Maka dia membuat cara agar hidupnya tetap terjamin. “Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka,” demikian pikirnya. Ia mencoba menanam kebaikan kepada orang-orang yang berhutang kepada tuannya. Ia mengurangi jumlah utang orang-orang. Dari seratus tempayan minyak menjadi limapuluh. Dari seratus pikul gandum menjadi delapan puluh. Dengan demikian orang-orang akan membalas budi baiknya dan ia tetap bisa hidup dengan nyaman dan tenang. Yesus menegaskan, “Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” Bertindaklah dengan cerdik untuk menyiapkan kehidupan kekal, yakni dengan menanam kebaikan pada semua orang, agar kelak kita mendapat tempat abadi di sorga. Sepercik pantun buat anda: Gajah berperang lawan gajah, Pelanduk mati di tengah-tengah. Kaum elite pamer hidup mewah, Ternyata semua hasil menjarah. Wonogiri, salam tiga jari bro Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed