|
Puncta 9 Oktober 2026
Jumat Biasa XXVII Lukas 11:15-26 TERJADI keributan di dalam istana Hastinapura sehubungan dengan kehadiran duta Pandawa yang meminta kembalinya Negeri Indraprastha dan separuh dari jajahan Hastina. Karna yang berdarah muda sebagai panglima Hastina menuduh Salya sebagai “telik sandi,” atau mata-matanya Pandawa. Kendati Salya adalah mertuanya, Karna tidak “tedheng aling-aling” mengatakan bahwa Salya berpihak pada Pandawa. Walaupun badannya ada di Hastina, tetapi hatinya lebih condong ke Pandawa. Karna menuduh Salya sebagai musuh yang disusupkan di Hastina. Percekcokan terjadi dengan sengit antara Karna dan Salya. Dituduh sebagai mata-mata, Salya, raja Mandaraka tidak terima. Dia menantang Karna bertanding satu lawan satu. Mulai dari sini terjadi pertentangan keras antara para punggawa di Hastina. Masing-masing bersikukuh mempertahankan pendapatnya. Hal ini menimbulkan perpecahan dan rapuhnya kekuatan Hastina. Bisma menyarankan agar kerajaan diserahkan kepada Pandawa yang berhak. Sangkuni dan Karna menolak pendapat Bisma, Hastina harus dibela dengan peperangan. Ketidakcocokan dan perbedaan pandangan membuat pecah kekuatan Kurawa. Tidak ada kata sepakat dan kekompakan diantara mereka, membuat mereka rapuh dan gampang runtuh. Pandawa yang hanya lima orang bersatu padu dan kokoh kuat mampu mengalahkan Kurawa yang kuantitasnya jauh lebih banyak dari Pandawa. Yesus menggambarkan kerajaan yang mudah hancur karena mereka tidak rukun bersatu padu. "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.” Begitupun kerajaan setan. Jika mereka saling bertengkar dan berperang sendiri, kerajaan mereka tidak akan lestari. Mereka akan hancur dan punah. “Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.” Yesus dituduh menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan dalam mengusir roh-roh jahat. Mereka menyebarkan berita bohong pada orang banyak. Dikatakan bahwa Yesus memakai kuasa setan untuk menyembuhkan orang yang kerasukan. Bagaimana mungkin setan melawan setan. Sama saja jeruk makan jeruk. Justru kuasa Allah yang dipakai Yesus untuk mengusir setan. Kuasa Allah sudah hadir dalam Diri Yesus. Mestinya orang percaya, bukan malah menuduh yang bukan-bukan. Kita yakin Yesus adalah kebenaran. Ia tidak mengumbar kata-kata kosong belaka. Dia pasti juga membawa kuasa-kuasa kebenaran bagi seluruh dunia. Percayakah kita pada kuasaNya? Sepercik pantun buat anda: Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh. Jangan pernah ngeluh, Rejekimu akan penuh. Wonogiri, memanggul salib di Golgota Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed