|
Puncta 30 September 2026
Pw. St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja Lukas 9:57-62 atau RUybs Matius 13:47-52 Senadyan kowe ngilang / walau engkau pergi Ra bisa tak sawang / tak bisa kujumpai Nanging, ning ati tansah kelingan / namun di hati tetap terpatri Manise janji—janjimu kuwi / indahnya janji, janjimu itu Nglarani ati / nyakiti hati Senadyan aku lara / walau aku luka Ning sih kuat nyangga / tapi aku kuat menerima Tatu sing ana dhadha / luka di dalam dada Perih rasane yen eling kowe / ingat dirimu perih rasanya Angel tambane / sulit obatnya SEPENGGAL lirik lagu berjudul 'Tatu' yang dinyanyikan Didi Kempot itu menggambarkan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Orang jatuh cinta mesti tumbuh dari kedua belah pihak. Mereka berdua sama-sama merasa saling mencintai dan dicintai. Begitu juga panggilan menjadi murid Kristus, mesti muncul dari yang memanggil maupun yang dipanggil. Tuhan memanggil dan manusia menanggapi panggilan-Nya. Kalau tidak maka akan bertepuk sebelah tangan. Ada orang yang bersedia mengikuti Yesus. "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi," katanya. Tetapi Yesus mengingatkan; "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Dari pihak Yesus, Dia berinisiatif memanggil orang; "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tak ada tanggapan atas tawaran-Nya. Gayung tidak bersambut. Tak mungkin bisa ketemu. Yang lain lagi punya niat mengikuti Tuhan, tetapi memberi syarat; "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Menjawab panggilan-Nya harus disertai komitmen mutlak. Tak mungkin hanya setengah-setengah saja. Panggilan Tuhan membutuhkan jawaban kesanggupan. Jawaban Ya harus disertai dengan komitmen tegas dan siap berkorban. Mau menjadi murid berarti siap memprioritaskan Tuhan di atas segalanya. Tuhan harus menjadi nomor satu. Sepercik pantun buat anda: Matahari pagi bersinar cerah, Namun suasana hati terasa gundah. Ikut Tuhan tidak setengah-setengah, Rela berkorban biar menjadi berkah. Wonogiri, Tuhan adalah prioritas Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed