|
Puncta 17 Oktober 2026
Pw. St. Ignatius dari Antiokhia Lukas 12:8-12 atau RUybs Yohanes 12:24-26 HARI ini Gereja semesta memperingati seorang pahlawan iman yang gagah perkasa. Santo Ignatius dari Antiokhia adalah uskup yang gigih mempertahankan imannya di hadapan Kaisar Trajanus pada abad pertama. Pada awal Gereja berkembang, umat Kristen menghadapi pengejaran dan penganiayaan. Ignatius tidak luput dari penangkapan. Ia dihadapkan kepada kaisar yang kejam dan dipaksa meninggalkan imannya. Pilihannya hanya dua; murtad atau mati. Ignatius teguh bertahan pada Kristus. Ia dibawa ke Roma untuk dijadikan umpan singa-singa lapar di Coloseum. Selama penahanan, Ignatius menulis surat penghiburan bagi jemaat di Smyrna dan Troas. Seperti St. Paulus yang jadi martir di Roma, ia menghibur umat dan mengajak mereka tetap setia dalam masa-masa sulit. Ia menekankan betapa pentingnya umat tetap setia kepada Kristus dan tetap berkumpul untuk merayakan Ekaristi Kudus. Katanya dalam surat itu: “Satu saja Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus dan satu juga Piala DarahNya. Keduanya dikurbankan di atas satu altar oleh satu Uskupmu bersama imam-imam dan diakon-diakon." Dalam suratnya Ignatius juga berharap mati sebagaimana Kristus mengorbankan diri. “Kekasihku sudah disalibkan, maka aku pun tidak merindukan sesuatu yang duniawi melainkan merindukan persatuan segera dengan Dia." Yesus berkata; “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Ignatius mati di Roma sebagai martir. Ia dimasukkan ke arena Coloseum dan diterkam singa-singa lapar. Menjadi murid Yesus harus berani mengorbankan nyawa demi imannya. Kristus telah menegaskan bahwa “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” Mari kita teguh dalam iman dan bertahan dalam kesulitan. Mahkota kemuliaan telah menanti bagi mereka yang tetap bertahan. Sepercik pantun buat anda: Nikmanya durian dari Kalimantan, Diambil langsung dari tengah hutan. Jangan pernah menyangkal Tuhan, Kemuliaan diberikan bagi yang bertahan. Wonogiri, setia kembali ke rutinitas Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed