|
Puncta 28 Oktober 2026
Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul Lukas 6:12-19 DALAM sebuah tim sepakbola yang berjumlah sebelas orang tidak semua menjadi bintang. Satu dua pemain sangat terkenal. Tetapi yang lain tidak bisa diabaikan begitu saja. Misalnya di klub Barcelona zaman Messi masih bermain di sana. Messi sangat terkenal dan banyak memberi goal-goal kemenangan. Tetapi pemain lain tetap punya kontribusi bagi kehebatan Messi. Tanpa pemain yang mendukung, Messi tak mungkin menjadi bintang di Barcelona. Demikian juga terjadi di antara duabelas murid-murid Yesus. Lingkaran inti para murid adalah trio Petrus, Yakobus dan Yohanes. Tetapi rasul lain yang kurang disebut tidak berarti tidak penting. Hari ini kita memperingati dua rasul yakni Simon “Orang Zelot” dan Yudas Tadeus. Mereka adalah satu kesatuan, karena melambangkan Israel baru. Israel terdiri dari duabelas suku. Israel baru yang dibangun oleh Yesus juga meliputi duabelas rasul. Maka kendati jarang disebut dan ditulis dalam Injil, dua tokoh ini melengkapi Israel baru. Simon menurut tradisi adalah orang yang sangat fanatik mengikuti gerakan pembebasan Israel dari penjajahan Romawi. Kaum Zelot adalah pejuang demi kemerdekaan bangsanya. Oleh Yesus semangat Simon ini direformasi menjadi pewarta Injil yang gigih. Nama Yudas muncul dalam Injil Yohanes pada waktu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir. Dialah yang bertanya kepada Yesus: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau menyatakan diriMu kepada kami; dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." Mungkin Yudas terinspirasi dari jawaban Yesus ini dan mengikuti-Nya dengan setia sampai mati menjadi martir di Persia bersama Simon. Santo Yudas Tadeus dihormati Gereja sebagai pelindung orang-orang yang sedang menghadapi masalah yang sulit. Kita percaya bahwa para rasul adalah soko guru Gereja. Gereja dibangun atas iman dan kemartiran rasul-rasul ini. Gereja tetap hidup sampai sekarang karena pengorbanan dan teladan nyata para rasul. Kita diajak melanjutkan pewartaan rasuli ini melalui tugas dan pelayanan kita di manapun dan kepada siapapun. Mari kita lanjutkan perjuangan Santo Simon dan Yudas ini demi terwujudnya Kerajaan Allah di dunia. Sepercik pantun buat anda: Alam rusak karena bencana dimana-mana, Moral rusak karena korupsi dibiarkan saja. Para rasul membela iman dengan nyawanya, Memanggul salib seperti Kristus Tuhannya. Wonogiri, menjadi rasul Kristus Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed