|
Puncta 22 Oktober 2026
Kamis Biasa XXIX Lukas 12:49-53 KEHADIRAN dan ajaran Yesus di tengah masyarakat menimbulkan pro kontra. Ada beberapa kelompok Yahudi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran Yesus. Mereka, misalnya kelompok Farisi, Saduki, Herodian dan para Sanhedrin. Yesus sering berseberangan dengan mereka. Para ahli kitab dan tua-tua Bangsa Yahudi menganggap Yesus mengobrak-abrik aturan-aturan Hukum Taurat. Mereka tidak suka dengan cara Yesus mengajar di tengah-tengah umat. Tetapi tidak sedikit masyarakat bawah yang tertarik mengikuti Yesus. Mereka menganggap Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Bahkan mereka berusaha mengangkat Yesus sebagai raja. Hal ini nampak ketika Yesus memasuki kota Yerusalem dengan naik seekor keledai. Mereka mengelu-elukan Yesus. Ajaran dan tindakan Yesus membawa warna baru dalam kehidupan beragama di Yahudi. Ia mengajarkan cintakasih, kebenaran, keadilan dan kejujuran. Bagi masyarakat kelas bawah, nilai-nilai Kabar Gembira sungguh dirasakan. Mereka mempunyai sebuah harapan mesianistik. Tetapi bagi sekelompok kalangan, ajaran Yesus adalah ancaman bagi eksistensi mereka di tengah masyarakat. Maka mereka berusaha menjatuhkan dan menghentikan Yesus dan pengikut-Nya dengan berbagai cara. Apa yang dikatakan Yesus sungguh benar, bahwa kedatangan-Nya tidak membawa damai tetapi pertentangan. “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.” Keputusan mengikuti Yesus membawa konsekwensi adanya perbedaan paham. Mengikuti Yesus berarti harus berani mewartakan kasih, kebenaran, kejujuran dan keadilan. Hal ini akan banyak membawa tantangan di tengah keluarga, lingkungan dan masyarakat. Menjadi orang Katolik harus berani membela keadilan, kebenaran dan kebaikan. Akibatnya kita akan dimusuhi dan disingkirkan banyak orang. Itulah arti dari memanggul salib yang disyaratkan bagi para pengikut Yesus. Maukah kita berjuang melawan kejahatan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang menindas hak asasi manusia? Perjuangan itu akan menimbulkan pro dan kontra serta pertentangan di antara kita sendiri. Tetapi inilah konsekwensi mengikuti Kristus. Sepercik pantun buat anda: Banyak tentara masuk perkampungan, Baris berbaris teriak sepanjang jalan. Kebenaran harus terus diperjuangkan, Walau menghadapi banyak tantangan. Wonogiri, berjuang demi keadilan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed