|
Puncta 19 Oktober 2026
Senin Biasa XXIX Lukas 12:13-21 ORANG Jawa memiliki tiga akronim sebagai peringatan agar selalu waspada supaya tidak tergoda dan jatuh dalam keputusan, pilihan atau perilaku yang menghancurkan. Tiga akronim itu disingkat menjadi tiga TA yaitu harTA, tahTA dan waniTA. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berbagai peristiwa hidup manusia dimana orang sering jatuh karena harta, tahta dan wanita. Orang berebut harta warisan sampai tega membunuh saudara sendiri. Hanya karena harta orang lupa saudaranya. Demi tahta kerajaan Singasari, keris Empu Gandring memakan korban tujuh nyawa karena balas dendam demi mengejar tahta kerajaan. Zaman sekarang pun rebutan tahta bisa terjadi dalam proses pemilu yang membuat orang saling bermusuhan. Raja Daud jatuh dalam dosa karena seorang wanita bernama Bersyeba. Ia tega membunuh Uria, prajuritnya agar dapat mengambil istrinya dengan menempatkannya di medan pertempuran paling hebat. Seorang pemimpin yang hebat seperti Daud jatuh dalam kemolekan seorang wanita dan melanggar perintah Tuhan. Yesus memperingatkan kepada orang banyak ketika Dia diminta untuk membagi warisan diantara mereka. "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Ia berkata kepada mereka, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Ketamakan atau keserakahan menjadi awal malapetaka. Jika orang sudah mulai serakah, ia bisa lupa segala-galanya. Kain dan Habil lupa bahwa mereka adalah kakak beradik. Mereka saling membunuh karena keserakahan. Masih ada sampai sekarang keturunan raja saling berebutan tahta, saling bermusuhan padahal mereka adalah saudara dari nenek moyang yang sama. Tetapi tahta bisa membuat orang lupa diri dan mengabaikan segala norma dan tata krama. Wanita memang mempesoana dan bisa membuat sejarah berubah. Sebut misalnya Cleopatra dari Mesir. Helen dari Troya, Anne Boleyn dari Inggris, Mata Hari si mata-mata eksotik dari Belanda. Harta, Tahta dan Wanita menjadi peringatan agar kita waspada supaya tidak serakah mengejarnya. Yesus mengingatkan, “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” Semua akan dipanggil kembali. Kita akan mati. Untuk apa semuanya itu? Yesus menghendaki agar kita kaya di hadapan Allah, tidak dengan mengejar hal-hal duniawi, tetapi mau berbagi kasih kepada setiap orang yang kecil, menderita dan lemah. Sepercik pantun buat anda: Nyawa mung gadhuhan, Bandha mung titipan, Pangkat mung sampiran, Urip mung sak klebatan. Wonogiri, aja serakah Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed