|
Puncta 25 Oktober 2026
Minggu Biasa XXX Matius 22:34-40 SANTA Teresa dari Kalkuta yang menjadi rasul cintakasih bagi orang-orang miskin di India pernah berkata; “Bagaimana kita bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan kalau kita tidak mampu mengasihi manusia yang kelihatan.” Santa Teresa atau sering disebut Mother Teresa yang dibeatifikasi menjadi orang kudus karena mewujudkan kasih kepada Tuhan melalui perhatian dan kepeduliannya terhadap orang-orang miskin, gelandangan, tuna wisma dan orang sakit di jalan-jalan. Ia mengasihi manusia yang kecil, lemah, tersingkir dan sakit sebagai wujud cintanya kepada Allah. Ia melaksanakan apa yang disabdakan Yesus dalam kutipan Injil Minggu ini. Yesus ditanya oleh kaum Farisi untuk menunjukkan hukum manakah dalam Kitab Taurat sebagai hukum yang utama dan terutama. Hal ini dilakukan oleh mereka untuk mencobai Yesus. Sejauhmana kebijaksanaan Yesus dalam menimbang-nimbang banyaknya hukum dalam Taurat. Maka Yesus menegaskan kepada mereka. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Dalam perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati, Yesus mengakhiri sabda-Nya dengan perintah. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" Kasih kepada Allah mesti diwujudkan dalam kasih kepada sesama khususnya yang lemah dan menderita. Di sekitar kita ada banyak orang yang mengalami penderitaan dan kurang cintakasih. Kepada mereka kita bisa mewujudkan cinta kita kepada Allah. Mengasihi Allah sama dengan mengasihi sesama manusia. Mengasihi yang tidak kelihatan dinyatakan dengan tindakan nyata kepada sesama. Mari kita peduli dan punya hati kepada sesama yang sedang mengalami dukacita, beban berat dan hidup menderita. Sepercik pantun buat anda: Jalan-jalan ke kota Surabaya, Jangan lupa mampir di kota Kediri. Kasihilah sesamamu manusia, Seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Wonogiri, mari saling mengasihi Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed