|
Puncta 1 Oktober 2026
Pesta St.Theresia Kanak-Kanak Yesus, Perawan, Pujangga Gereja dan Pelindung Misi Matius 18:1-5 SANTA Theresia dari Kanak-Kanak Yesus menghayati hidupnya seperti anak kecil yang lugu, polos, jujur, sederhana dan rendah hati. Ia bergaul dengan Yesus yang juga seperti Kanak-Kanak dengan keceriaan dan kegembiraan. Kepolosan, kejujuran dan kerendahan hati itulah yang digambarkan Yesus untuk menjawab pertanyaan para murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Allah. Mungkin para murid berpikir yang terbesar dalam Kerajaan Allah adalah yang hebat, jaya, besar dan agung, kuat dan berprestasi, berjasa dan dikagumi dunia. Tetapi Yesus justru mengambil anak kecil dan mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Bukan yang terbesar, terhebat, terunggul atau terkenal, tetapi justru mereka yang merendahkan diri dan bertobat dengan jujur, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Allah. Kualitas bukan ditentukan oleh mata dunia, tetapi oleh kebaikan dan kerahiman Allah. Santa Theresia menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran dan kerendahan hati. Ia tidak memilih popularitas, kemewahan, atau jabatan tinggi dalam komunitas. Tetapi dia mengambil peran tersembunyi dalam kerendahan hati. Ia menghidupi hal-hal yang biasa dengan cinta yang luar biasa. Ia menghargai setiap hal yang kecil dan sederhana dengan perhatian yang total. Sebagaimana Yesus yang memberi hati kepada mereka yang miskin, kecil dan tertindas, demikian juga Theresia menjalani hidupnya dengan jalan kesederhanaan. Yesus menghargai yang kecil, seperti seekor domba yang hilang dan dicari-Nya sampai Ia menemukan dan membawanya kembali kepada kawanan dengan selamat dan aman. Hidup St. Theresia menjadi contoh bahwa kebahagiaan kekal bisa dicapai lewat hal-hal kecil dan sederhana. Mari kita jalani hidup kita dengan penuh syukur dan sukacita layaknya anak-anak kecil yang polos, lugu dan jujur di hadapan Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Menikmati indahnya Pantai Pacitan, Lewat jalur lintas selatan yang lebar. Kesederhanaan adalah jalan kekudusan, Lakukan hal kecil dengan cinta yang besar. Wonogiri, jalanku kecil sederhana Rm. A. Joko Purwanto Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed