|
Puncta 8 Oktober 2026
Kamis Biasa XXVII Lukas 11:5-13 TEMAN saya, Rama Pamungkas waktu itu bertugas di Balai Semandang. Kalau harus turun ke Ketapang dia menempuh jarak 275 km jauhnya. Dia suka naik motor malam hari. Kadang jam 21.00 wib atau jam 22.00 wib baru tiba di Pastoran Nanga Tayap, tempat saya bertugas. Dengan ransel penuh beban, jaket tebal, sepatu boot dan kaos tangan serta motor trail KLX hijau langsung masuk ke garasi. Malam-malam dia singgah untuk istirahat dulu di Tayap. Besuknya baru lanjut ke Ketapang dengan jarak 136 km lagi. Sambil bikin kopi panas dan masak mie rebus atau mie goreng, kami ngobrol sampai ketiduran di kursi. Kalau ada liga Spanyol bertanding, kami bertaruh pada masing-masing jago. Dia mendukung Real Madrid, saya dukung Barcelona. Pokoknya harus beda. Pintu pastoran selalu terbuka bagi siapa saja yang datang sekedar melepas lelah atau nginap dari perjalanan jauh. Hospitalitas adalah bagian dari pelayanan pastoral di pedalaman. Tidak hanya rama, tetapi umat pun juga sering datang singgah dari perjalanan jauh dan numpang menginap di pastoran. Apa yang ada di ruang makan pastoran, ya itulah hidangan kami. Kami biasa nyimpan mie instan dan telur. Itu sudah sangat istimewa untuk menemani ngobrol kami. Bacaan Injil hari ini menegaskan doa yang tak putus pasti didengar oleh Tuhan. Yesus memberi gambaran dengan cerita sahabat yang mengetuk pintu malam-malam untuk pinjam roti demi menjamu tamu yang datang. Yesus berkata, “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” Berdoalah selalu, pasti Tuhan akan mengabulkannya.” Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Kalau Allah sungguh murah hati, kita pun juga diajak bermurah hati kepada saudara-saudara kita. Jangan sungkan untuk datang meminta pertolongan-Nya. Jangan berhenti meminta sampai doamu dikabulkan oleh Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Ke Surabaya naik kereta api, Mampir di kantin membeli roti. Doa tak pernah kunjung berhenti, Suatu saat Tuhan pasti memberi. Wonogiri, Yerusalem, aku singgah di sini Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed