Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Kebohongan Berlari, Kebenaran akan Mengejarnya

10/16/2026

0 Comments

 
Puncta 16 Oktober 2026
Jumat Biasa XXVIII
Lukas 12:1-7

PROFESOR Sahetapy pernah mengutip pepatah lama berbahasa Belanda yang berbunyi "All is de leugen nog zo snel, de waarheid achterhaalt haar wel" 

Arti dari pepatah itu adalah "Seberapa cepat pun kebohongan berlari, kebenaran akan mengejarnya." 

Zaman Orde Baru kita "dipaksa" menonton Film “Pengkhianatan G30S/PKI” setiap akhir September karena peristiwanya terjadi di akhir September.

Dalam film itu digambarkan betapa sadis dan kejamnya orang-orang PKI menyiksa para jendral di Lubang Buaya. Ada 7 orang yang dibunuh dan dimasukkan ke dalam satu lubang di daerah Lubang Buaya. 

Lalu dari mulut ke mulut dibuat kisah menyeramkan bagaimana mereka disiksa. Ada yang mendengar cerita mereka dipotong telinganya, dicungkil matanya dan cerita seram lainnya. 

Bumbu pemanis dalam cerita dimunculkan para Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melakukan tarian cabul di depan para jendral yang disiksa. 

Pada September 1998, pada era Presiden BJ Habibie diputuskan bahwa film Pengkhianatan G30S PKI tidak diputar atau diedarkan lagi. 

Hal ini karena film itu berbau rekayasa sejarah dan mengkultuskan seseorang yakni penguasa waktu itu.

Sesudah Orde Baru tumbang, para dokter ahli forensik menyatakan bahwa tidak ada penyiksaan, pemotongan alat kelamin, telinga atau cungkilan mata. 

Yang ada adalah bekas pemukulan benda tumpul dan bekas tembakan di tubuh mereka. 

Kebohongan itu dibangun dengan cepat dan mendalam selama tiga dekade demi politik kekuasaan. 

Kebohongan itu menjadi ingatan kolektif bagi sebuah generasi. Tetapi kebenaran akhirnya menemukan jalannya sendiri.

Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya. ”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 

Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.”

Kita diajak untuk berani bersuara demi kebenaran kendati kebenaran itu pahit rasanya. Kebenaran sering dibungkam oleh kebohongan. Seolah kebenaran kalah selama bertahun-tahun. 

Namun pada saatnya kebenaran akan menang. Mari kita berani menjadi suara-suara kenabian yang dengan lantang menyampaikan kebenaran dan keadilan.

Sepercik pantun buat anda:
Pagi-pagi menggarap sawah,
Habis mandi langsung ke ladang.
Kebenaran tidak pernah kalah,
Kendati berjalan pelan di belakang.

Wonogiri, menikmati air dingin yang segar
Rm. A. Joko Purwanto Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    October 2026
    September 2026
    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki