|
Puncta 5 November 2026
Kamis Biasa XXXI Lukas 15:1-10 SUKU Bedouin adalah suku pengembara di daerah Timur Tengah. Mereka kebanyakan menjadi peternak domba atau unta. Mereka sering mengembara di padang gurun dengan domba-domba mereka. Dalam perjalanan ziarah dari Mesir ke Israel dan terakhir di Yordania, kami sering menjumpai mereka di padang-padang. Mereka tidur di tenda atau gubug sederhana dekat dengan domba-domba mereka. Mereka sangat paham dan mengenal dombanya. Kalau ada domba yang tersesat dari kawanan, mereka mencarinya sampai ketemu. Domba itu dipanggul di atas punggungnya dan disatukan kembali dengan kawanan lainnya. Domba adalah harta mereka yang paling berharga. Maka mereka sangat memelihara dan melindungi domba-dombanya dan berusaha sekuat tenaga agar domba-domba itu aman dan sejahtera. Yesus memberi perumpamaan tentang gembala dan domba. Kaum pendosa digambarkan sebagai domba yang hilang atau tersesat. Tuhan digambarkan sebagai gembala. Ia akan mencari dan menyelamatkan satu ekor domba yang hilang itu. Betapa gembiranya Tuhan jika menemukan orang berdosa yang bertobat. Itu seperti seorang gembala yang menemukan dombanya. Ia akan bersukaria dan mengundang sahabat-sahabatnya berpesta. Aku berkata kepadamu: “Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." Kaum Farisi bersungut-sungut karena Yesus bergaul dan makan bersama dengan para pendosa. Sikap Yesus jelas, “bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Ia datang untuk menyelamatkan manusia agar bertobat dan kembali bersatu dalam kawanan. Bisa jadi kita adalah domba yang tersesat itu. Tetapi mungkin juga kita adalah kaum Farisi yang iri melihat kemurahan Tuhan kepada orang lain. Kita juga membutuhkan pertobatan. Lebih baik orang jahat bertobat daripada orang baik yang tidak memerlukan pertobatan. Sepercik pantun buat anda: Banyak pejabat bisu tuli, Jeritan rakyat tak dipeduli. Domba tersesat bisa kembali, Kita bertobat perbaiki diri. Wonogiri, kembali ke kawanan Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed