|
Puncta 15 Oktober 2026
Pw. St. Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja Lukas 11:47-54 atau RUybs Yohanes 15:1-8 MEMASUKI Biara St.Teresia di kota Avila amat sangat terasa suasana hening, tenang dan teduh. Suara musik instrumen yang lembut menghantar kita memasuki dunia kontemplatif yang damai. Hati terasa tentram dan hening berada di depan Sakramen Mahakudus. Di Biara inilah Santa Teresia memulai semangatnya kembali kepada nafas spiritualitas Ordo Karmelit. Ia memperbaharui semangat ordo untuk kembali ke asas dasar semula yakni keheningan, kesederhanaan dan ketaatan mutlak. Ia membawa pembaharuan dan membentuk Ordo Karmel Tak Berkasut dengan kembali ke semangat awal dari Gunung Karmel. Biaranya kecil, tertutup, disiplin dan matiraga dengan keras dihayati dengan kesadaran penuh. Memang ada banyak tantangan, tetapi Teresia tidak berhenti. Bahkan Santo Yohanes dari Salib juga mendukung pembaharuan ini. Dalam bacaan Injil hari ini, kita diingatkan agar tetap bersatu dengan pokok anggur yaitu Kristus sendiri. Sabda Yesus, ”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Teresia dari Avila sadar bahwa dia adalah ranting yang harus menyatu dengan Sang Pokok Anggur Sejati. Ia menekuni hidup doa kontemplatif, merayakan Ekaristi sebagai sumber kekuatan dan menyerahkan seluruh hidup untuk Kristus. Doanya sangat kuat dan hidup rohaninya sangat mendalam. Teresia sering mengalami ekstase rohani dalam doa-doanya. Pengalaman itu ditulisnya dalam buku biografi dan makin banyak orang yang tertarik mengikuti teladan kesuciannya. Ia meninggal dalam perjalanan dari Burgos ke Avila pada tanggal 24 Oktober 1582 dan dinyatakan kudus pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XIV (1621-1623) dan diangkat sebagai pelindung Spanyol. Usahanya membaharui kehidupan biara tidak hanya berdampak bagi komunitasnya sendiri, tetapi juga bagi gereja universal. Tulisan-tulisan rohaninya masih tetap dibaca orang pada zaman kini untuk mengajak kita semua kembali ke Pokok Anggur Sejati yakni Kristus Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Santa Teresia bunga mawar dari surga, Semerbak harum mewangi bagi dunia. Mari bersatu dengan Pokok Anggur utama, Hidupmu pasti akan damai dan bahagia. Wonogiri, melayang bersama Emirates Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed