|
Puncta 24 Oktober 2026
Sabtu Biasa XXIX Lukas 14.1.7-11 KALAU kita masuk gereja, sering dijumpai kursi-kursi terdepan tidak terisi alias kosong. Begitu pula kalau ada rapat-rapat di aula gereja. Orang sungkan untuk duduk di depan dengan berbagai alasan. Ada yang tidak ingin dianggap sombong. Ada yang merasa tidak pantas duduk di kursi terhormat. Kursi-kursi di depan adalah tempat duduk orang-orang penting yang dihormati. Banyak orang merasa tidak layak duduk di depan. Dalam kutipan Injil hari ini, Yesus mengajarkan sikap kerendahan hati kepada siapapun. Perlu dibaca dengan teliti bahwa Yesus bercerita koteksnya pada sebuah pesta perkawinan. Bukan di rumah ibadat atau dalam pertemuan atau rapat. Dalam pesta perkawinan pasti ada undangan. Undangan juga dibedakan ada VVIP dan undangan biasa. Jadi sudah jelas mana tempat-tempat yang disediakan untuk mereka yang diundang pesta. Kalau undangan biasa kok duduk di VVIP pasti akan diusir. Kalau anda termasuk undangan VVIP tetapi duduk di tempat biasa pasti akan diminta maju ke depan, di tempat yang sudah disediakan. Dalam perjamuan perkawinan sudah terbiasa diterapkan aturan begitu. Tetapi kita sering mencampuradukkan dalam ibadat atau perayaan Ekaristi di gereja. Orang sungkan menempati kursi di depan karena merasa tidak pantas. Dalam pesta perkawinan semua sudah diatur. Di gereja semua orang sama di hadapan Tuhan. Tidak ada VVIP atau pejabat penting. Semua sederajat di hadapan Sang Pencipta. Makin dekat dengan Tuhan justru makin banyak mendapat berkahnya. Jangan merasa sungkan untuk duduk di depan. Seperti Bangsa Israel yang mengungkapkan kerinduannya untuk masuk ke Bait Allah. “Satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini, diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati Bait-Nya.” Yesus mengajarkan semangat kerendahan hati dengan tidak mencari pujian dan penghormatan dalam pergaulan di tengah masyarakat. Maka Dia berkata, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Sepercik pantun buat anda: Jalan-jalan ke kota Gombong, Singgah ke pasar beli sate tenggiri. Jadi orang jangan yang sombong, Lebih baik merendahkan diri. Wonogiri, belajar rendah hati Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed