|
Puncta 23 September 2026
Pw. St. Padre Pio, Imam Lukas 9:1-6 atau RUybs Yohanes 17:20-26 NYONYA Cleonice sering melakukan bimbingan rohani kepada Padre Pio. Suatu hari dia bercerita bahwa keponakannya, Giovannino menjadi tawanan perang musuh. Orangtuanya selama setahun gelisah dan sedih menanti kabarnya. Mereka tidak tahu nasib Govannino, apakah masih hidup atau sudah gugur. Suatu hari dia datang kepada Padre Pio mohon petunjuknya untuk mengetahui apakah anaknya masih hidup atau sudah mati. Padre Pio dengan simpati dan berdoa sambil mengatakan “Pergilah dalam damai, anakku.” Orangtua Giovannino sangat sedih. Cleonice kemudian memohon agar Padre Pio mendoakannya. Ia akan menulis surat kepada Giovanino. Ia hanya menuliskan nama Giovannino di amplop karena tidak tahu dimana anak itu berada. Surat itu diletakkan di meja samping tempat tidurnya. Esok harinya ketika dia terbangun, surat itu sudah tidak ada di meja. Ia berterimakasih kepada Padre Pio. Hampir limabelas hari kemudian ia menerima surat balasan dari Gionannino yang menyatakan bahwa ia masih hidup. Cleonice berterimakasih atas doa Padre Pio. Tetapi Padre berkata; “Berterimakasihlah kepada Perawan Maria.” Karena doa Padre Pio, Gionannino selamat dan kembali ke keluarganya. Yesus memanggil para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah yang membawa damai dan sejahtera. Ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Padre Pio menjadi contoh bagaimana menjadi murid Yesus yang membawa warta sukacita kepada mereka yang gelisah, takut dan sedih. Ia membawa mereka dalam doanya yang sangat kuat dengan puasa dan matiraga. Mewartakan Kerajaan Allah tidak berarti harus membaptis orang. Berbuat baik dan empati kepada mereka yang takut, sedih dan berbeban berat melalui doa-doa juga bisa menolong mereka. Tuhan telah memberi kuasa, marilah kita menggunakannya untuk menolong banyak orang. Sepercik pantun buat anda: Reuni di Seminari Mertoyudan, Jangan lupa beli sagon di dekat Prajenan. Kita adalah tangan-tangan Tuhan, Untuk menolong mereka yang kesusahan. Wonogiri, mewartakan kasih Tuhan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed