|
Puncta 30 Oktober 2026
Jumat Biasa XXX Lukas 14:1-6 PADA waktu naik ke Gunung Sinai, ada seorang peserta ziarah yang jatuh dari unta. Dia sangat kesakitan karena terantuk pada batu yang keras. Osama (Local Guide) langsung mengajak para Beduin pemilik unta untuk kembali turun ke terminal bawah. Malam sangat gelap dan jalanan berbatu-batu. Dengan tandu mereka membawa peserta yang sakit didampingi oleh Osama. Saat itu juga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Puji Tuhan segera tertolong dan esok harinya bisa melanjutkan perjalanan ziarah sampai selesai. Tuhan membuat mukjizat. Setelah pulang ke Indonesia, peserta ini langsung berobat ke rumah sakit. Dokter mengatakan banyak tulang yang remuk. Harus segera ada tindakan operasi. Semua operasi berjalan dengan baik. Dokter heran bagaimana mungkin dalam kondisi yang demikian bisa melakukan perjalanan panjang dan jauh. Kami semua memuji Tuhan. Kalau bukan karena Tuhan Yesus, tak mungkin bisa melanjutkan ziarah mengunjungi kota-kota di Tanah Suci. Hari ini dalam Injil Yesus juga melakukan mukjizat kepada orang yang sakit busung air. Polemik terjadi karena hari itu adalah hari Sabat. Yesus bertanya, "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" Menurut hukum Taurat, orang tidak boleh bekerja pada hari itu karena hari Sabat dikhususkan untuk Tuhan. Tetapi Yesus melanggar aturan. Dia menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Bagi Tuhan semua hari adalah baik untuk menyelamatkan manusia. Orang Yahudi sebetulnya juga melakukan hal yang sama, karena Yesus berkata, "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" Menyelamatkan orang harus dilakukan apalagi dalam situasi darurat. Keselamatan orang lebih diutamakan daripada segala aturan yang mengikat. Memberi sakramen minyak suci harus dilakukan walaupun sedang rapat atau terima tamu, entah waktu subuh atau malam hari. Semua dilakukan demi menyelamatkan jiwa orang yang sakit. Mobil ambulance bisa melanggar aturan di jalan demi keselamatan orang agar segera mendapat pertolongan di Rumah Sakit. Mari kita segera menolong kapan pun dan dimana pun demi keselamatan sesama kita. Sepercik pantun buat anda: Kebakaran hutan ada dimana-mana, Seperti dibiarkan alasan tak ada dana. Kita harus segera bertindak demi nyawa, Kondisi darurat segala aturan tidak berguna. Wonogiri, jangan terlalu birokratis dan berbelit-belit Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed