|
Puncta 24 September 2026
Kamis Biasa XXV Lukas 9: 7-9 SUDAH tiga kali Pandawa mengirim utusan untuk menagih janji Duryudana, Raja di Hastina. Sesuai dengan perjanjian, Duryudana harus mengembalikan Kerajaan Amarta dan separuh Hastina kepada Pandawa, karena merekalah pewaris yang berhak. Duta pertama adalah Kunti, ibu para Pandawa. Duta kedua adalah Prabu Drupada, mertua Pandawa dan yang terakhir adalah Kresna, penasehat agung para Pandawa. Duryudana mengalami ketakutan dan kecemasan yang luar biasa. Sifat serakah dan angkara murkanya lebih menguasai niatnya daripada menepati janji. Ketakutan kehilangan kuasa atas Hastina dan Amarta membuatnya selalu curiga terhadap orang lain. Ia tidak mempercayai siapapun yang tidak menuruti kehendaknya. Orang lain selalu dicurigai ingin merebut kekuasaannya. Ketika Kresna datang, dia gemetar dan ketakutan. Dalam ilusi kecemasan dia melihat ribuan Bima dengan gada “Rujak Polo” di sebelah kanan Kresna dan di sebelah kiri Kresna ada ribuan Arjuna siap dengan panah mengarah padanya. Keringat dingin sebesar jagung-jagung jatuh dari wajahnya yang pucat pasi. Ia jatuh pingsan di tengah rapat agung. Gejala Skizofrenia itu juga dialami oleh Raja Herodes yang melihat kemunculan Yesus seperti Yohanes Pembaptis yang mati dipenggal kepalanya oleh Herodes. Peristiwa tragis itu membekas tersimpan di lubuk hatinya. Ketika Yesus tampil, Herodes mengalami ketakutan besar akibat kematian Yohanes Pembaptis. Pemimpin yang tidak jujur, serakah, koruptif, tangan besi dan gila kuasa seperti Herodes selalu takut akan kritik, perubahan, pikiran baru dan pembaharuan. Siapapun yang mengganggu kekuasaan akan disingkirkan. Herodes tega membunuh anak-anaknya karena mereka dituduh melakukan kudeta kekuasaannya. Ketakutan kehilangan kekuasaan membuat sang pemimpin mencurigai pihak lain membuat gerakan-gerakan untuk menjatuhkannya. Apa ada gejala-gejala skizofrenia di tengah-tengah kita sehingga mereka yang berbeda pendapat dibungkam dan diberangus agar tidak mengganggu kekuasaan? Silahkan direnungkan sendiri dan siap-siaplah dicurigai. Sepercik pantun buat anda: Sang raja pingsan dengan pucat pasi, Karena dikuasai pikiran halusinasi. Pemimpin yang bertindak tangan besi, Akan jatuh oleh perkataannya sendiri. Wonogiri, tinggal tunggu waktu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed