|
Puncta 27 Oktober 2026
Selasa Biasa XXX Lukas 13:18-21 SEORANG petani di desa dengan tekun dan sabar menanam benih padi dan merawatnya dengan penuh ketelitian. Dia dengan hati-hati dan penuh cinta menyiapkan lahan agar benih itu kelak tumbuh dengan baik dan akhirnya bisa panen dengan melimpah. Proses yang dilewatinya sangat panjang dan butuh ketekunan. Ia berharap benih yang baik, lahan yang baik dan pemeliharaan yang baik akan memberi hasil yang baik pula. Hasil ditentukan oleh proses perawatan yang tekun dan teliti. Hal yang sama juga dilakukan para pendidik. Bapak Ibu guru terutama di tingkat dasar, tidak akan segera melihat hasil dari usahanya. Mereka dengan tekun menanamkan nilai-nilai keutamaan pada anak-anak, baru setelah mereka dewasa akan terlihat hasilnya. Proses yang panjang harus dilewati seorang murid. Setelah mereka berhasil, mereka akan datang dan berterimakasih kepada bapak ibu guru yang telah menaburkan nilai-nilai keutamaan. Betapa bangganya seorang guru ketika melihat anak didiknya sukses dan berhasil. Apa yang ditanamkan dulu, dengan susah payah dan penuh kesabaran, kini setelah sekian puluh tahun nampak hasilnya yang menggembirakan. Demikianlah Yesus memberi perumpamaan tentang Kerajaan Allah melalui biji sesawi dan ragi yang mengembangkan melalui proses yang panjang. Biji sesawi itu kecil, tetapi melalui proses yang panjang dia bisa menjadi pohon yang rindang sehingga burung-burung bisa bersarang di atasnya. Ragi itu juga sangat kecil, tetapi ketika dicampur dengan tepung, dia bisa membuat kamir semua tepung dan mengembang. Kerajaan Allah itu adalah suasana damai tentram, bahagia dan sukacita. Keadaan itu bisa dibuat dengan melakukan hal-hal kecil yang terus dirawat dan dihidupi sehingga akan menghasilkan damai sejahtera. Seorang ibu menciptakan keluarga bahagia dengan memberi teladan tentang kesetiaan tekun berdoa setiap hari. Ia melakukan hal-hal kecil sederhana yang dirasakan oleh anak-anaknya, sehingga mereka waktu dewasa sadar bahwa keberhasilannya didapat karena doa-doa orangtuanya. Mari kita menaburkan hal-hal kecil dan sederhana dengan cinta yang besar. Kelak kita akan melihat hasil yang membahagiakan bagi banyak orang. Sepercik pantun buat anda: Ada burung kecil di atas pagar, Bikin sarang pakai rerumputan. Teladan kecil dengan cinta besar, Menghasilkan buah berkelimpahan. Wonogiri, mulai dari yang sederhana Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed