|
Puncta 7 November 2026
Sabtu Biasa XXXI Sabtu Imam Lukas 16:9-15 KITA semua dikejutkan dengan kasus yang menjerat mantan petinggi Polri yang ditangkap dengan tuduhan penyadapan terhadap nomor-nomor penting seperti presiden, para pejabat dan pengusaha di negeri ini. Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah untuk apa tindakan penyadapan itu dilakukan? Bagi siapa hasil penyadapan itu digunakan? Dengan kata lain mereka bertindak demikian untuk mengabdi kepentingan siapa? Padahal dia sedang berada dalam pemerintahan Prabowo yang menjadi kepala negara dan pemerintahan. Bukankah semestinya dia mengabdi kepada pemerintah yang berkuasa? Atau ada orang lain yang menjadi tuannya di balik semua itu? Yesus bersabda, “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Allah tidak bisa dibandingkan dengan Mamon. Kita tidak bisa mengabdi kepada Allah sekaligus kepada barang-barang duniawi seperti harta, tahta dan kuasa. Semua itu akan hilang musna dan bisa menghancurkan kita. Orang-orang yang gila harta dan kuasa mencemoohkan pendapat ini. Mereka mengejar dengan segala cara agar bisa kaya dan berkuasa. Mereka angkuh dengan kekayaan dan kuasanya. Mereka membenarkan diri mengabdi kepada Mamon. Kekayaan dan kekuasaan bisa menguasai orang dan diperbudaknya. Yesus mengingatkan, "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” Pada akhirnya harta dan kuasa akan menerkam dirimu sendiri dan menghancurkan hidupmu. Kita sudah mendapat contoh dari berbagai kasus di negeri ini. Bagaimana orang-orang yang gila jabatan dan kekayaan, akhirnya jatuh mengalami kesia-siaan. Mari kita tetap setia mencari kehendak Allah melalui perkara-perkara kecil yang dapat membawa kebahagiaan bagi sesama. Kebahagiaan itu bukan apa yang kita kumpulkan dan miliki. Tetapi kebahagiaan adalah apa yang bisa kita berikan untuk orang lain. Sepercik pantun buat anda: Satu kaki melangkah ke Jakarta, Kaki lain tertinggal di Surakarta. Tak mungkin mengabdi dua raja, Kini saatnya terbongkar kedoknya. Wonogiri, mengabdi Allah saja Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed