|
Puncta 20 Agustus 2026
Pw. St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja Matius 22:1-14 atau RUybs Yohanes 17:20-26 SUATU hari saya menerima kartu undangan pesta perkawinan. Anehnya saya tidak mengenal keluarga atau pasangan pengantin yang menikah. Usut punya usut kepada orang-orang di situ, kebiasaan di kampung itu, undangan disebarkan kepada siapapun. Entah mereka kenal atau tidak kenal, tokoh penting, pejabat desa atau tetua adat yang sering muncul di kampung, semua diundang tanpa terkecuali. Ibaratnya seperti orang memasang jala, moga-moga banyak undangan, banyak pula yang datang dan tentu saja banyak sumbangan. Berbeda dengan tradisi umumnya. Undangan pernikahan biasanya ditujukan kepada kenalan dan handai taulan saja. Mereka yang punya hubungan dekat dengan keluarga atau calon pengantin diberi undangan khusus. Yesus memberi perumpamaan tentang pesta perkawinan. "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.” Perjamuan pesta sudah siap, tetapi para undangan tidak datang dengan berbagai alasan. Maka raja itu mengundang semua orang yang baik maupun yang jahat, siapapun yang dijumpai di jalan diajak masuk ke dalam pesta. Perjamuan itu akhirnya diikuti oleh siapa saja tanpa terkecuali. Namun ada seorang yang tidak pakai baju pesta, maka orang itu dibuang keluar dan dicampakkan. Memakai baju pesta berarti menghargai tuan rumah, menyesuaikan dan mengikuti tata aturan dalam perjamuan pesta. Sekali lagi Yesus menyindir orang-orang Yahudi yang menolak undangan Tuhan untuk masuk dalam keselamatan-Nya. Maka kemudian keselamatan ditawarkan kepada semua orang, siapapun yang mau menanggapi undangan, termasuk kita. Kita yang datang ke pesta, dituntut untuk memakai baju pesta. Artinya orang-orang yang percaya kepada Kristus harus menjalani hidup baru sesuai dengan ajaran dan tata hidup yang diajarkan Kristus agar pantas mengikuti perjamuan-Nya. Baju baru berarti hidup baru, pertobatan, pembaharuan diri, menyesuaikan dengan nilai-nilai hidup yang diajarkan Tuhan. Nilai-nilai lama harus ditanggalkan supaya kita hidup dengan belas kasih, pengampunan, kejujuran, kerendahan hati dan kekudusan. Hidup dalam Roh itulah baju pesta yang kita kenakan. Sepercik pantun buat anda: Dapat Undangan VIP tujuh-belasan, Diberi souvenir pernak-pernik mainan. Tuhan menawarkan keselamatan, Bagi siapa saja tanpa membeda-bedakan. Wonogiri, datanglah ke pesta Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed