|
Puncta 4 November 2026
Pw. St Carolus Borromeus, Uskup Lukas 14:25-33 atau RUybs Yohanes 10:11-16 NICKY Astria pernah melantunkan sebuah lagu berjudul “Mengapa.” Lirik yang hampir sama tetapi dinyanyikan dengan melankolis oleh Koes Plus berjudul “Why Do You Love Me.” Lagu itu berisi ungkapan protes atau kekecewaan pada kekasihnya yang memutuskan hubungan secara sepihak setelah sekian lama menjalin kemesraaan. “Mengapa kau akhiri? Mengapa kau memulakan? Dengan getaran jiwa kukemukakan pertanyaan” Demikian salah satu liriknya yang disuarakan dengan lantang oleh Nicky Astria. Ia bertanya kenapa sang kekasih berani memulai, tetapi meninggalkannya. Ibaratnya seorang yang mulai membangun, namun tak mampu menyelesaikannya. Seperti halnya kasus Hambalang dan haloo apa kabar IKN yang ada di pedalaman Kalimantan sana? Akankah gedung-gedung yang sudah berdiri itu mangkrak menjadi museum lapuk dimakan zaman? Dalam kutipan Injil hari ini, Yesus menuntut orang-orang yang mau mengikuti-Nya agar berpikir matang secara seksama. Karena untuk menjadi murid, Yesus menuntut orang untuk berani meninggalkan segala-galanya. "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Orang yang mau mengikuti-Nya, Yesus mengumpamakan dia itu mulai mendirikan rumah, tetapi karena kurang perhitungan, tidak berpikir matang ia tak mampu menyelesaikannya. Akhirnya berhenti di jalan. Sejak awal Yesus sudah memperingatkan apa yang dituntut untuk menjadi murid-Nya. “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” Untuk dibaptis menjadi murid Kristus saja butuh waktu satu tahun pembinaan, tidak asal mau, langsung dibaptis. Orang harus berpikir secara matang dengan segala konsekwensi yang harus ditanggung, yakni memanggul salib. Menjadi murid Yesus berarti harus berani memanggul salib setiap hari. Ini yang harus dipikirkan sebelum kita membuat keputusan. Sepercik pantun buat anda: Ibukota negara di pedalaman, Kapan akan mulai digunakan? Ikut Yesus tidak sembarangan, Harus manggul salib dan berkorban. Wonogiri, selamat pesta pelindung Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed